Sabtu, 22 Desember 2012
PENTING LAKUKAN KERJASAMA ANTAR PENELITI UNTUK PENELITIAN VIRUS FLU BURUNG
Jakarta, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K),MARS,DTM&H,DTCE menemui Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Bapak Dr. Dino Patti Jalal (18/12/12) disela kesibukannya mengikuti acara An International Consultative Workshop, Gain-of-Function Research on Highly Pathogenic Avian Influenza H5N1 Viruses yang diselenggarakan di Natcher Conference Center, National Institute of Health, di Bethesda Maryland USA.
Dalam kesempatan tersebut dibicarakan beberapa hal di antaranya jadwal kunjungan kerja Dirjen PP dan PL Kemenkes di AS; hubungan di bidang kesehatan antara Indonesia dan AS, khususnya tentang penelitian kesehatan; serta beberapa aspek penyakit Flu Burung di Indonesia. Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama menyampaikan juga bahwa kalau negara maju melakukan penelitian tentang flu burung dengan virus dari negara Asia, maka penting dilakukan kerjasama antara peneliti, karena 3 alasan, yaitu memperluas cakrawala dan kemampuan penelitian; agar penelitian yang ada bukan semata-mata untuk ilmiah saja, tapi dapat digunakan untuk kesehatan masyarakat di daerah yang ada virusnya; serta agar masyarakat di negara asal virus juga mendapat informasi yang jelas tentang penelitian apa yang dilakukan.
Pada acara An International Consultative Workshop, Gain-of-Function Research on Highly Pathogenic Avian Influenza H5N1 Viruses tersebut Prof. Tjandra menjadi pembicara Panel 4.
Dalam panel ke 4 ini ke 9 panelis dari berbagai negara membahas 4 kasus contoh proposal penelitian untuk kemungkinan mendapat pendanaan. Pada kasus ke 3 yaitu kasus D, Prof. Tjandra menyampaikan bahwa kasus D jelas merupakan penelitian "Gain of Function" karena akan mencoba menemukan/meningkatkan penularan H5N1 antar binatang percobaan dan proposal tersebut perlu diteruskan ke badan untuk menilai risiko dan berbagai aspek lainnya. Salah satu kesepakatan dalam panel adalah menegaskan pentingnya aspek transmisibilitas dibanding aspek patogenisitas dalam suatu penelitian gain of function.
Selain itu acara An International Consultative Workshop, Gain-of-Function Research on Highly Pathogenic Avian Influenza H5N1 Viruses juga diisi dengan pembahasan "biosafety" dan "biosecurity", untuk keamanan penelitian. Dibicarakan juga aspek komunikasi ke masyarakat, dan acara ditutup dengan ucapan terimakasih dari pihak National Institute of Health Amerika Serikat ke para peserta yang hadir. (Puskom Kemenkes)
Jumat, 07 Desember 2012
Menjelang Pemilu 2014
Menjelang
Pemilu 2014
Purnawirawan
Jenderal TNI Mulai Turun Gunung
Setelah
mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto dikabarkan masuk
Partai Nasional Demokrat (NasDem), kini giliran purnawirawan jenderal TNI
ramai-ramai menampakkan diri di depan publik, dengan menggelar acara seremonial
peluncuran buku berjudul 'Mengawali Integrasi Mengusung Reformasi'
Buku itu diluncurkan di Balai Kartini
Jakarta, Selasa (2/10/2012) malam, dan disusun oleh sejumlah purnawirawan
jenderal Akabri Angkatan 1970. Dalam peluncuran buku itu, hadir puluhan
purnawirawan jenderal TNI dari berbagai angkatan. Presiden SBY yang juga bagian
dari eks petinggi TNI, hadir dalam acara peluncuran buku itu. Antara lain
Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Jenderal TNI (Purn) Sadar Subagyo, Jenderal
TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Jenderal TNI (Purn) Agus Wijojo, dan
beberapa purnawirawan Jenderal TNI lain dari berbagai angkatan.
Buku itu menjadi istimewa, karena
disusun oleh sejumlah purnawirawan jenderal Akabri Angkatan 1970, seperti
Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, Kombes Pol (Purn) Achmad Hambali, Brigjen TNI
(Purn) Anwar Muis, Atmadi Sumarkidjo, Laksma TNI (Purn) Dwi Nugroho, Brigjen
TNI Mar (Purn) Harianto Iman Santoso, Brigjen TNI (Purn) Dr Paulus Prananto,
Marsa TNI (Purn) Sonny Rizani, dan beberapa eks petinggi militer lain.
Nah, dalam acara peluncuran buku itu,
disinggung mengenai sosok calon presiden 2014. Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar
Panjaitan dalam sambutannya, menyinggung sedikit mengenai calon presiden 2014,
yang sudah dirintis sebelumnya. "Pemimpin nanti harus mempunyai track
record yang baik," ujar Luhut.
Indonesia, lanjutnya, butuh pemimpin
merakyat yang mampu berkomunikasi dan sukses, tapi tidak sombong. "Bisa
dari kalangan birokrat, pengusaha, atau tokoh lainnya, dan bisa melanjutkan
pembangunan yang sudah dirintis sebelumnya," papar Luhut. Presiden SBY
juga tak mau kalah. Setelah sambutan Luhut yang menyinggung sosok capres 2014,
giliran SBY berpesan kepada para purnawirawan jenderal TNI dari berbagai
angkatan Akabri, yang berkiprah dalam politik praktis.
SBY berpesan agar mereka menyebarkan
energi politik yang positif, menyebarkan tradisi politik yang baik, menjadi
pelopor untuk berkompetisi secara tekad, tetap menjaga persahabatan, serta
menjauhi politik yang menghalalkan segala cara. "Itu adalah kode etik yang
tertanam dalam jiwa kita. Dulu Sapta Marga, sumpah prajurit, termasuk Himne
Taruna bisa kita amalkan," pesan SBY
Poto: Jenderal
TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan (sunber : tribunnews.com)
SBY Sentil Dahlan Iskan
SBY Sentil Dahlan Iskan
Jakarta - Jangan
sampai inisiatif menteri melaporkan praktik kongkalikong ini mengabaikan tujuan
APBN, Rencana Kerja Pemerintah, dan program aksi kementerian. Di tengah
ramainya pemberitaan anak buahnya yang melaporkan tindakan praktik
kongkalikong, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sentilan bahwa
boleh saja memiliki inisiatif namun pekerjaan pokok tetap tidak boleh
diabaikan.
”Saya ingatkan, kita
ini ada di dalam satu kabinet yang memiliki rencana kerja, program kerja,
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan sejumlah kebijakan yang saya
instruksikan, wajib hukumnya semua menjalankan itu,” kata SBY, dalam pembukaan
Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Selasa (27/11) lalu.
SBY mengatakan
dirinya memantau apa yang dilakukan anak buahnya dan menghargai jika ada
menteri yang memiliki ide dan inisiatif yang membawa kebaikan. Namun, dia
meminta semuanya itu dilakukan jika pekerjaan utama menteri di kementerian
telah diselesaikan. Menurutnya, jangan sampai inisiatif ini mengabaikan tujuan
APBN, Rencana Kerja Pemerintah, dan program aksi kementerian.
”Saya acungi
jempol, tapi setelah tugas dan kewajiban pokok kita jalankan. Jangan saudara
melakukan sesuatu yang dipikiran sendiri, barangkali bagus di situ, tapi
mengganggu keseluruhan pencapaian tugas dan sasaran,” ujarnya dengan nada
tegas.
Meski Kepala
Negara tidak menyebutkan menteri yang dimaksud, belakangan ini ada menteri yang
getol ke Dewan Perwakilan rakyat melaporkan dugaan pemerasan oleh legislator
adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan. Lebih jauh, SBY mengingatkan kementerian
tengah menggalakkan evaluasi kinerja kementerian akhir tahun ini. Oleh karena
itu, dia meminta jajarannya untuk tetap melaksanakan tugas pokok yang telah
ditetapkan dalam APBN dan RKP.
”Saya puji
manakala tambahan prakasa kegiatan itu melengkapi, membulatkan, dan
meningkatkan capaian, bukan untuk mengganti sesuatu yang pokok,” tandas
presiden. (beritasatu.com)
Langganan:
Postingan (Atom)
