Menjelang
Pemilu 2014
Purnawirawan
Jenderal TNI Mulai Turun Gunung
Setelah
mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto dikabarkan masuk
Partai Nasional Demokrat (NasDem), kini giliran purnawirawan jenderal TNI
ramai-ramai menampakkan diri di depan publik, dengan menggelar acara seremonial
peluncuran buku berjudul 'Mengawali Integrasi Mengusung Reformasi'
Buku itu diluncurkan di Balai Kartini
Jakarta, Selasa (2/10/2012) malam, dan disusun oleh sejumlah purnawirawan
jenderal Akabri Angkatan 1970. Dalam peluncuran buku itu, hadir puluhan
purnawirawan jenderal TNI dari berbagai angkatan. Presiden SBY yang juga bagian
dari eks petinggi TNI, hadir dalam acara peluncuran buku itu. Antara lain
Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Jenderal TNI (Purn) Sadar Subagyo, Jenderal
TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Jenderal TNI (Purn) Agus Wijojo, dan
beberapa purnawirawan Jenderal TNI lain dari berbagai angkatan.
Buku itu menjadi istimewa, karena
disusun oleh sejumlah purnawirawan jenderal Akabri Angkatan 1970, seperti
Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, Kombes Pol (Purn) Achmad Hambali, Brigjen TNI
(Purn) Anwar Muis, Atmadi Sumarkidjo, Laksma TNI (Purn) Dwi Nugroho, Brigjen
TNI Mar (Purn) Harianto Iman Santoso, Brigjen TNI (Purn) Dr Paulus Prananto,
Marsa TNI (Purn) Sonny Rizani, dan beberapa eks petinggi militer lain.
Nah, dalam acara peluncuran buku itu,
disinggung mengenai sosok calon presiden 2014. Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar
Panjaitan dalam sambutannya, menyinggung sedikit mengenai calon presiden 2014,
yang sudah dirintis sebelumnya. "Pemimpin nanti harus mempunyai track
record yang baik," ujar Luhut.
Indonesia, lanjutnya, butuh pemimpin
merakyat yang mampu berkomunikasi dan sukses, tapi tidak sombong. "Bisa
dari kalangan birokrat, pengusaha, atau tokoh lainnya, dan bisa melanjutkan
pembangunan yang sudah dirintis sebelumnya," papar Luhut. Presiden SBY
juga tak mau kalah. Setelah sambutan Luhut yang menyinggung sosok capres 2014,
giliran SBY berpesan kepada para purnawirawan jenderal TNI dari berbagai
angkatan Akabri, yang berkiprah dalam politik praktis.
SBY berpesan agar mereka menyebarkan
energi politik yang positif, menyebarkan tradisi politik yang baik, menjadi
pelopor untuk berkompetisi secara tekad, tetap menjaga persahabatan, serta
menjauhi politik yang menghalalkan segala cara. "Itu adalah kode etik yang
tertanam dalam jiwa kita. Dulu Sapta Marga, sumpah prajurit, termasuk Himne
Taruna bisa kita amalkan," pesan SBY
Poto: Jenderal
TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan (sunber : tribunnews.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar