Jumat, 07 Desember 2012

SBY Sentil Dahlan Iskan


SBY Sentil Dahlan Iskan
Jakarta - Jangan sampai inisiatif menteri melaporkan praktik kongkalikong ini mengabaikan tujuan APBN, Rencana Kerja Pemerintah, dan program aksi kementerian. Di tengah ramainya pemberitaan anak buahnya yang melaporkan tindakan praktik kongkalikong, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sentilan bahwa boleh saja memiliki inisiatif namun pekerjaan pokok tetap tidak boleh diabaikan.
”Saya ingatkan, kita ini ada di dalam satu kabinet yang memiliki rencana kerja, program kerja, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan sejumlah kebijakan yang saya instruksikan, wajib hukumnya semua menjalankan itu,” kata SBY, dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Selasa (27/11) lalu.
SBY mengatakan dirinya memantau apa yang dilakukan anak buahnya dan menghargai jika ada menteri yang memiliki ide dan inisiatif yang membawa kebaikan. Namun, dia meminta semuanya itu dilakukan jika pekerjaan utama menteri di kementerian telah diselesaikan. Menurutnya, jangan sampai inisiatif ini mengabaikan tujuan APBN, Rencana Kerja Pemerintah, dan program aksi kementerian.
”Saya acungi jempol, tapi setelah tugas dan kewajiban pokok kita jalankan. Jangan saudara melakukan sesuatu yang dipikiran sendiri, barangkali bagus di situ, tapi mengganggu keseluruhan pencapaian tugas dan sasaran,” ujarnya dengan nada tegas.
Meski Kepala Negara tidak menyebutkan menteri yang dimaksud, belakangan ini ada menteri yang getol ke Dewan Perwakilan rakyat melaporkan dugaan pemerasan oleh legislator adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan. Lebih jauh, SBY mengingatkan kementerian tengah menggalakkan evaluasi kinerja kementerian akhir tahun ini. Oleh karena itu, dia meminta jajarannya untuk tetap melaksanakan tugas pokok yang telah ditetapkan dalam APBN dan RKP.
”Saya puji manakala tambahan prakasa kegiatan itu melengkapi, membulatkan, dan meningkatkan capaian, bukan untuk mengganti sesuatu yang pokok,” tandas presiden. (beritasatu.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar